
Dari Mimbar One Gospel Cimahi, Pesan Keteguhan Menggema: “Jangan Takut, Tuhan Masih Memegang Kendali”
Cimahi, 14 Juni 2026 – Di tengah derasnya arus perubahan dan berbagai tantangan yang dihadapi gereja masa kini, GGP One Gospel Cimahi memilih untuk menjawabnya dengan satu sikap: tetap berdiri teguh dalam iman dan terus melayani dengan kasih. Semangat itulah yang terasa begitu kuat ketika Anggota Dewan Pembina GGP, Pdt. Abraham Gunawan, hadir dalam ibadah bersama keluarga besar One Gospel, Minggu (14/6).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda kelembagaan. Lebih dari itu, menjadi momentum untuk meneguhkan kembali bahwa gereja dibangun bukan hanya oleh struktur organisasi, melainkan oleh hati yang rela melayani dan komunitas yang terus menjaga persatuan di tengah berbagai dinamika kehidupan.
Dalam sambutannya, Pdt. Abraham Gunawan memberikan penghormatan kepada Pdt. Dicky Suwarta, M.Th., atau yang akrab disapa Dicky Yo, yang mengemban amanah sebagai Ketua Umum GGP sekaligus Gembala GGP One Gospel. Ia menyebut bahwa perjalanan seorang pemimpin rohani tidak pernah lepas dari kritik, tekanan, maupun pergumulan yang menguji keteguhan hati.
Namun menurutnya, justru di tengah situasi seperti itulah kualitas seorang pemimpin diuji.
“Ketika banyak orang memilih mundur karena tekanan, seorang gembala justru dipanggil untuk tetap berdiri di depan, menguatkan umat, dan menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan pekerjaan-Nya,” ujar Pdt. Abraham.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Pdt. Dicky yang dinilai tetap konsisten membangun pelayanan dan menjaga semangat jemaat di tengah berbagai tantangan yang datang bertubi-tubi. Sebagai bentuk dukungan, ia mengajak seluruh jemaat untuk terus mendoakan agar Tuhan memberikan hikmat, kesehatan, dan kekuatan sehingga setiap tanggung jawab yang dipercayakan dapat diselesaikan dengan baik.
Ketika Firman Menjadi Sumber Daya Tahan
Mengangkat tema “Forge Spiritual Strength”, Pdt. Abraham mengajak jemaat merenungkan Efesus 6:10–12, sebuah bagian firman yang menegaskan bahwa perjuangan orang percaya tidak hanya bersifat lahiriah, tetapi juga rohani.
Ia mengingatkan bahwa Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat Efesus dalam keadaan terbelenggu di penjara. Namun dari situasi yang tampak penuh keterbatasan itulah lahir ajakan agar umat Tuhan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah dan tetap kuat menghadapi setiap tantangan.
Bagi Pdt. Abraham, pesan tersebut menjadi sangat relevan bagi gereja masa kini. Tantangan boleh berubah bentuk, tetapi prinsipnya tetap sama: kekuatan sejati tidak berasal dari kemampuan manusia, melainkan dari penyertaan Tuhan.
Ia mengajak jemaat untuk terus membangun kehidupan di atas tiga pilar utama, yakni kasih yang menjadi perekat, kesehatian yang memelihara persatuan, dan keberanian menghadapi peperangan rohani dengan keyakinan bahwa Kristus telah memberikan kemenangan.
One Gospel Family: Budaya yang Menyentuh Hati
Kesan mendalam juga datang dari Pdt. Daniel Devriest, Ketua Bidang Digitalisasi MP GGP, yang telah mengikuti perkembangan One Gospel sejak awal. Ia melihat perubahan yang tidak hanya tampak pada peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah, tetapi juga pada budaya pelayanan yang semakin matang.
Menurutnya, kualitas tata suara yang nyaman, pengelolaan ibadah yang baik, dan keterlibatan aktif para pelayan menjadi nilai tambah. Namun yang paling membekas adalah suasana kekeluargaan yang benar-benar terasa di tengah jemaat.
“Yang saya lihat bukan hanya sebuah gereja, tetapi sebuah keluarga besar. Orang datang, disambut dengan hangat, diajak berbincang, didoakan, dan diperlakukan sebagai saudara. Itu adalah kekuatan yang tidak bisa dibangun hanya dengan program,” tuturnya.
Semangat “One Gospel Family” menjadi identitas yang hidup, tercermin dalam kebersamaan para pelayan yang hadir bersama keluarga masing-masing serta dalam interaksi yang penuh kepedulian di antara jemaat.
Melayani dengan Hati, Bertumbuh Bersama
Di bawah kepemimpinan Pdt. Dicky Suwarta, M.Th., GGP One Gospel terus mengembangkan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan relasi. Gereja diposisikan sebagai tempat di mana setiap orang dapat bertumbuh, dipulihkan, dan menemukan makna kebersamaan.
Kunjungan Pdt. Abraham Gunawan menjadi pengingat bahwa keberhasilan pelayanan tidak selalu diukur dari seberapa besar sebuah organisasi, tetapi dari seberapa kuat ia mampu menjaga kasih di tengah perbedaan, mempertahankan persatuan di tengah tekanan, dan terus menghidupkan pengharapan ketika keadaan terasa sulit.
Dari Cimahi, sebuah pesan sederhana namun mendalam kembali digaungkan: gereja yang kokoh bukanlah gereja yang bebas dari badai, melainkan gereja yang memilih tetap percaya bahwa Tuhan berjalan bersama umat-Nya di setiap musim kehidupan.
Dengan semangat itulah GGP One Gospel terus melangkah, membawa visi untuk menjadi komunitas yang menghadirkan kasih, membangun iman, dan menjadi jawaban bagi masyarakat melalui pelayanan yang tulus dan berdampak.
Jurnalis: Vicken Highlender
Editor: Tim Redaksi





