
Dari Tanah Gersang Menuju Harapan Baru: Ribuan Pohon Warnai Peringatan Hari Lahir Pancasila di Jatiprahu
Trenggalek – Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Trenggalek tahun ini menghadirkan pesan yang lebih dalam daripada sekadar seremoni tahunan. Di tengah hamparan lahan yang membutuhkan pemulihan, ribuan bibit pohon ditanam sebagai simbol kepedulian terhadap masa depan lingkungan sekaligus pengingat bahwa semangat Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Gerakan penghijauan tersebut diprakarsai oleh PersatuanBangsa.com bersama Pemuda Jatiprahu pada Senin (1/6/2026). Dengan semangat gotong royong, peserta menanam berbagai jenis pohon produktif di kawasan Desa Jatiprahu yang selama ini menjadi perhatian dalam upaya konservasi lingkungan.
Suasana penuh kebersamaan terlihat sejak awal kegiatan. Pemuda desa, tokoh masyarakat, insan pers, serta sejumlah unsur pemerintah bergabung dalam satu gerakan yang memiliki tujuan sama, yakni mengembalikan fungsi ekologis lahan sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga alam.
Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, , yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai aksi tanam pohon menjadi bentuk konkret implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya semangat persatuan dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.
Ia mengapresiasi inisiatif yang dilakukan PersatuanBangsa.com dan Pemuda Jatiprahu karena mampu menghadirkan gerakan yang tidak hanya berdampak pada penghijauan, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Salah satu jenis tanaman yang ditanam adalah sukun, yang dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif. Selain itu, bibit alpukat dan jeruk purut juga ditanam untuk mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga di masa mendatang.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena manfaatnya bukan hanya dirasakan hari ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang. Pohon yang ditanam akan menjadi investasi lingkungan sekaligus sumber kehidupan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Penanaman ribuan pohon tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Trenggalek Net Zero Carbon yang tengah didorong pemerintah daerah. Program ini bertujuan menekan emisi karbon melalui berbagai langkah strategis, termasuk rehabilitasi kawasan hijau dan penguatan peran masyarakat dalam pelestarian lingkungan.
Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, aksi sederhana seperti menanam pohon memiliki makna yang sangat besar. Pohon tidak hanya menghasilkan oksigen dan menyerap karbon, tetapi juga menjaga ketersediaan air, mencegah erosi, serta menciptakan keseimbangan ekosistem yang dibutuhkan manusia.
Lebih dari itu, kegiatan ini menunjukkan bahwa media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga dapat menjadi penggerak perubahan sosial yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, ribuan bibit yang ditanam di Jatiprahu menjadi simbol harapan baru. Harapan akan lingkungan yang lebih hijau, masyarakat yang semakin peduli terhadap alam, dan masa depan Trenggalek yang tumbuh seiring kuatnya akar-akar pohon yang mulai menembus bumi.
Jurnalis: Atma Nurdjati
Editor: Tim Redaksi





