
Merawat Posyandu, Merawat Masa Depan: Satgas Yonarmed 12 Kostrad dan Warga Tulakadi Hidupkan Semangat Gotong Royong
Belu – Di sebuah sudut Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, suara cangkul yang menghantam tanah dan sapu yang membersihkan halaman berpadu dengan tawa serta obrolan hangat antara prajurit dan warga. Pemandangan itu menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di wilayah perbatasan Indonesia, ketika Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad bersama masyarakat bahu-membahu membenahi lingkungan Posyandu desa.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Pos Salore tersebut bukan hanya bertujuan mempercantik fasilitas kesehatan, tetapi juga menciptakan ruang pelayanan yang lebih bersih, aman, dan nyaman bagi ibu hamil, balita, serta masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan dasar.
Tanpa sekat, personel Satgas dan warga membagi tugas sesuai kebutuhan. Ada yang membersihkan rumput liar, mengumpulkan sampah, memperbaiki area sekitar bangunan, hingga menata halaman agar lebih rapi dan mudah diakses. Kebersamaan yang tercipta menjadi gambaran nyata bahwa menjaga fasilitas umum adalah tanggung jawab bersama.
Komandan Pos Salore, Lettu Arm Arif Adiyanto, menegaskan bahwa Posyandu merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat di desa, sehingga keberadaannya harus dirawat secara berkelanjutan.
“Kami percaya lingkungan yang bersih akan mendukung pelayanan kesehatan yang lebih baik. Melalui gotong royong ini kami ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga fasilitas yang menjadi milik bersama sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan warga,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Tidak sedikit warga yang datang membawa peralatan sendiri untuk membantu pekerjaan, menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan masih menjadi bagian dari budaya yang hidup di tengah masyarakat perbatasan.
Bagi para ibu yang rutin membawa anak ke Posyandu, perubahan kondisi lingkungan menjadi hal yang sangat berarti. Area yang lebih bersih dan tertata memberikan rasa nyaman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan secara rutin.
Di balik kegiatan tersebut, terdapat pesan yang lebih luas tentang pentingnya kolaborasi dalam membangun desa. Satgas Yonarmed 12 Kostrad tidak hanya hadir sebagai aparat negara yang menjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan layak bagi semua.
Kegiatan gotong royong ini juga menjadi wadah mempererat hubungan emosional antara prajurit dan warga. Selama bekerja bersama, terjalin komunikasi yang hangat dan penuh kekeluargaan, memperlihatkan bahwa kebersamaan dapat menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan di wilayah perbatasan.
Melalui aksi sederhana namun bermakna tersebut, Satgas berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa merawat fasilitas kesehatan bukan hanya tugas pemerintah atau tenaga medis, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat demi keberlangsungan pelayanan yang berkualitas.
Ke depan, semangat gotong royong yang telah terbangun diharapkan terus menjadi budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Sebab, desa yang sehat tidak hanya ditentukan oleh bangunan yang berdiri kokoh, tetapi juga oleh masyarakat yang memiliki kepedulian untuk menjaga dan merawatnya bersama-sama.
Di Desa Tulakadi, sapu dan cangkul menjadi simbol bahwa membangun kesehatan tidak selalu dimulai dari rumah sakit besar, tetapi dari hati yang mau bergotong royong menjaga tempat sederhana yang menjadi harapan bagi ibu dan anak di perbatasan.
Jurnalis : Romo Kefas
Editor : Tim Redaksi





