
Divif 3 Kostrad Perkuat Standar Pembinaan Prajurit, Panglima Turun Langsung Pantau Latihan Yonarmed 6 di Moncongloe
Maros – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan TNI terus dilakukan melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Salah satu bentuk komitmen tersebut terlihat saat Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad, Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto, melakukan inspeksi langsung terhadap pelaksanaan Latihan Tingkat Seksi Yonarmed 6 Kostrad di kawasan Moncongloe, Sulawesi Selatan.
Peninjauan ini tidak hanya menjadi agenda monitoring rutin, tetapi juga menjadi momentum untuk memastikan setiap materi latihan benar-benar mampu membentuk prajurit yang memiliki kemampuan teknis, ketahanan mental, serta kesiapan menghadapi berbagai skenario operasi di lapangan.
Didampingi Asisten Operasi Kasdivif 3 Kostrad, Kolonel Inf Winas Kurniawan, Pangdivif menyaksikan langsung berbagai simulasi yang diperagakan oleh personel Yonarmed 6. Mulai dari koordinasi antarseksi, penguasaan prosedur, hingga pengambilan keputusan dalam situasi latihan menjadi bagian yang mendapat perhatian khusus.
Komandan Yonarmed 6 Kostrad, Letkol Arm I Gede Satria Bandem, menjelaskan bahwa latihan tersebut merupakan bagian dari siklus pembinaan rutin yang bertujuan mempertahankan sekaligus meningkatkan profesionalisme prajurit.
“Setiap latihan dirancang agar personel mampu menghadapi berbagai kondisi di lapangan dengan kesiapan yang maksimal. Evaluasi terus dilakukan agar kemampuan individu maupun tim berkembang secara konsisten,” ujarnya.
Dalam arahannya kepada peserta latihan, Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto menegaskan bahwa kemampuan tempur harus dibangun melalui proses yang disiplin dan berkesinambungan. Menurutnya, latihan menjadi sarana penting untuk mengasah naluri kepemimpinan, memperkuat kerja sama tim, dan meningkatkan kepercayaan diri prajurit saat menjalankan tugas.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi TNI terus berkembang sehingga metode pembinaan harus mampu mengikuti perubahan lingkungan strategis tanpa meninggalkan dasar-dasar profesionalisme militer.
Selama peninjauan, Pangdivif turut memberikan sejumlah masukan kepada para pelatih agar terus menciptakan pola latihan yang realistis dan menuntut kemampuan berpikir kritis dari setiap peserta. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membentuk prajurit yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan cepat.
Di luar materi utama, aspek disiplin juga menjadi perhatian. Setelah seluruh kegiatan selesai, prajurit Yonarmed 6 melaksanakan pembersihan menyeluruh di lokasi latihan dengan mengumpulkan sampah dan memastikan area kembali dalam kondisi bersih. Langkah tersebut mencerminkan tanggung jawab moral prajurit terhadap lingkungan yang digunakan selama kegiatan berlangsung.
Kehadiran masyarakat di sekitar lokasi latihan turut memberikan warna tersendiri. Sejumlah warga menyaksikan aktivitas para prajurit dengan antusias, mencerminkan hubungan yang harmonis antara satuan dan masyarakat sekitar yang selama ini terus dibangun melalui pendekatan persuasif dan kegiatan kemasyarakatan.
Bagi Divif 3 Kostrad, keberhasilan latihan tidak hanya diukur dari tercapainya target materi, tetapi juga dari terbentuknya karakter prajurit yang disiplin, profesional, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan maupun masyarakat di sekitarnya.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, Yonarmed 6 Kostrad diharapkan mampu melahirkan personel yang siap menjalankan berbagai tugas negara dengan kemampuan yang terus berkembang, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI.
Latihan di Moncongloe menjadi pengingat bahwa prajurit yang andal tidak dibentuk dalam waktu singkat. Mereka lahir dari proses panjang yang menggabungkan disiplin, ketekunan, evaluasi, dan semangat untuk terus belajar demi mengabdi kepada bangsa.
Jurnalis : Romo Kefas
Editor : Tim Redaksi





