
Sambut Tahun Baru Islam, Kostrad Jadikan Muharam sebagai Momentum Memperkuat Akhlak, Disiplin, dan Semangat Pengabdian
Jakarta – Pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momen yang sarat makna bagi keluarga besar Kostrad. Di tengah berbagai tugas pengabdian kepada bangsa dan negara, momentum Muharam dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat nilai-nilai spiritual, memperbaiki kualitas diri, serta membangun semangat baru dalam menjalankan amanah sebagai prajurit dan aparatur negara.
Suasana religius terasa di Masjid Asy-Syuhada Markas Kostrad saat prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengikuti peringatan Tahun Baru Islam yang berlangsung penuh kekhusyukan. Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, tetapi menjadi ruang kontemplasi bagi seluruh peserta untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan hidup dan pengabdian selama setahun terakhir.
Dalam amanat Panglima Kostrad Letjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT., yang dibacakan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI Sachono, disampaikan bahwa makna hijrah harus diterjemahkan sebagai keberanian untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih bertanggung jawab.
Menurut Panglima Kostrad, semangat hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW mengandung nilai perjuangan, pengorbanan, dan optimisme. Nilai-nilai tersebut sangat relevan bagi setiap prajurit yang dituntut untuk terus meningkatkan kualitas diri di tengah perkembangan tantangan yang semakin kompleks.
Mengangkat tema “Jadikan Semangat Muharam untuk Perubahan yang Lebih Baik Menuju Indonesia Maju dan Berdaulat,” kegiatan ini mengajak seluruh personel Kostrad untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal membangun budaya kerja yang lebih produktif, disiplin, dan berorientasi pada pengabdian.
Dalam pandangan Kostrad, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan peralatan atau kemampuan operasional, tetapi juga oleh kualitas karakter sumber daya manusia yang menggerakkannya. Karena itu, pembinaan mental dan spiritual terus menjadi bagian penting dalam pembangunan personel.
Pada kesempatan tersebut, Ustadz Aji Suprapto, M.A., menyampaikan tausiah yang mengupas makna hijrah dari perspektif kehidupan modern. Ia menegaskan bahwa hijrah bukan hanya berpindah secara fisik, melainkan proses meninggalkan kebiasaan buruk menuju perilaku yang lebih baik, lebih jujur, lebih disiplin, dan lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Pesan tersebut mendapat perhatian dari para peserta yang hadir. Dalam kehidupan yang semakin dinamis, kemampuan untuk terus memperbaiki diri dinilai menjadi kunci untuk menghadapi perubahan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai moral yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
Bagi prajurit Kostrad, semangat Muharam juga menjadi pengingat bahwa setiap tugas negara harus dijalankan dengan niat yang tulus dan penuh tanggung jawab. Pengabdian yang dilandasi keimanan diyakini akan melahirkan dedikasi yang lebih kuat serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Peringatan Tahun Baru Islam ini sekaligus memperkuat ikatan kebersamaan di lingkungan Kostrad. Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan bersama, tumbuh semangat persaudaraan dan solidaritas yang menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan tugas organisasi.
Muharam mengajarkan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dengan langkah besar. Terkadang, perubahan lahir dari kesadaran untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin. Semangat itulah yang ingin dibangun Kostrad: prajurit yang kuat dalam tugas, kokoh dalam iman, serta tulus dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Jurnalis : Romo Kefas
Editor : Tim Redaksi





