
Penutupan Dikreg LXVII Seskoad, Momentum Lahirnya Pemimpin Adaptif untuk Tantangan Pertahanan Masa Depan
Bandung — Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) kembali menorehkan sejarah dalam proses pembentukan calon pemimpin TNI Angkatan Darat melalui penutupan Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVII Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Gedung Prof. Dr. Satrio Seskoad, Bandung, Rabu (3/6/2026).
Upacara penutupan yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., tersebut turut dihadiri Panglima Kostrad Letjen TNI Mohammad Fadjar, M.P.ICT., bersama sejumlah pejabat tinggi TNI AD, akademisi, dan perwakilan negara sahabat.
Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya proses pendidikan yang telah dijalani para Perwira Siswa selama berbulan-bulan dalam mengembangkan kapasitas kepemimpinan, kemampuan analisis strategis, serta wawasan kebangsaan yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan pertahanan modern.
Dalam rangkaian acara, dilakukan penanggalan tanda siswa dan penyematan pin alumni Seskoad sebagai simbol resmi selesainya pendidikan. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para Perwira Siswa dan tenaga pendidik yang menunjukkan prestasi terbaik selama proses pembelajaran berlangsung.
Tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, pendidikan di Seskoad juga menitikberatkan pada penguatan karakter kepemimpinan, kemampuan pengambilan keputusan, serta kesiapan menghadapi dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah penyampaian hasil karya ilmiah terbaik yang lahir dari proses pendidikan. Berbagai kajian strategis yang disusun para Perwira Siswa diharapkan dapat menjadi referensi dan masukan konstruktif dalam mendukung pengembangan kebijakan pertahanan serta peningkatan kualitas organisasi TNI AD.
Kehadiran para pimpinan TNI AD, akademisi dari berbagai perguruan tinggi ternama, serta atase pertahanan negara sahabat menunjukkan bahwa Seskoad tidak hanya menjadi pusat pendidikan militer, tetapi juga ruang kolaborasi intelektual yang mempertemukan berbagai perspektif dalam membangun pemikiran strategis nasional.
Panglima Kostrad yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan dukungan terhadap upaya TNI AD dalam membentuk sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan masa depan. Lulusan Seskoad diharapkan menjadi pemimpin yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan taktis, tetapi juga mampu berpikir visioner dan adaptif dalam menghadapi perubahan.
Penutupan Dikreg LXVII menjadi bukti bahwa investasi terbesar dalam organisasi militer adalah pembangunan kualitas manusia. Dari ruang-ruang pendidikan inilah lahir para pemimpin yang kelak akan menentukan arah dan keberhasilan pengabdian TNI AD kepada bangsa dan negara.
Pertahanan Yang Kuat Berawal Dari Pemimpin Yang Berkualitas, Dan Pemimpin Berkualitas Dilahirkan Melalui Pendidikan, Integritas, dan Kemauan Untuk Terus Belajar.
Romo Kefas





